SATU CINTA
Apa yang kucari dalam dunia ini
Terjebak dalam rasa, semua menipu daya.
Bukan cinta karena-Nya, mungkin nafsu belaka
Membutakan dan menulikan hatiku.
Apa yang kupuja dalam hidupku ini
Ternyata takkan lama, akan hilang tiada.
Semua karena cinta yang karena nafsu saja
Hilanglah, semuanya…
Jadikanlah semua, satu cinta
Yang kekal selamanya.
Ikatan cahaya meneranginya
Pada-Nya, pada Allah semata.
Cinta manusia yang fana
Kujadikan segalanya.
Cinta harta, cinta dunia
Melupakan cinta-Nya.
Cinta-Nya…
SYUKUR
Hidup di dunia, hanya sementara
Suka dan duka perhiasannya.
Jangan terlena, terbawa-bawa
Cinta dunia lupakan semua.
Janganlah duka jadi bencana
Membawa kita dalam derita
Hadapi semua dengan bijaksana
Ingatlah dunia hanya sementara.
Bukankah Tuhan, telah ciptakan
Kita dengan segala kenikmatan?
Mengapa kesah selalu terucapkan
Kala sedikit saja,duka menerjang.
Ingatlah Allah selalu di hati
Mengatur semua langkah hidup kita
Semua perkara selalu ada hikmahnya
Tinggal bagaimana kita membawanya.
Mengapa kita tak jua bersyukur
Atas segala kenikmatan-Nya
Bila di hitung, di ukur-ukur
Maka nikmat Tuhan, lebih menggunung
KEMBALI KE JALAN – MU
kukembalikan semua sisa hidupku ini,
untuk kembali ke jalan-Mu.
Ku lelah dengan semua cerita hidupku
Ku telah jauh meninggalkan-Mu
Ingin kuhapus semua, noda-noda silamku
Ingin kuhapus semua, jejak-jejak langkahku
Oh Tuhan, kuharap ampunan-Mu
Telah lama ku berjalan dalam kegelapan
Ku telah kehilangan cahaya-Mu.
Telah lama ku pergi jauh dari sinar-Mu
Ku kehilangan arah hidupku
Tuhan, pimpin aku tuk kembali ke jalan-Mu
Ingin kudapatkan, kembali ke jalan-Mu
Ingin kudapatkan akhir indah hidupku
Di dalam petunjuk-Mu, ya Allah.
BACALAH
Bacalah Qur’an,wahyu Tuhan terbesar
Sebagai tanda kebesaran Tuhan.
Ia mukjizat yang terbesar
Petunjuk selamat dunia akhirat
Bacalah Qur’an sebagai pedoman jalan
Petunjuk selamat dalam kehidupan.
Takkan lekang habis di telan zaman
Penuh ilmu, penuh keindahan.
Indah isinya, benar maknanya
Sungguh mengesankan, sungguh mengagumkan
Bacalah tanda kekuasaan Tuhan,
Di berbagai ufuk dunia ini
Kan kau temukan di dalam Al-Qur’an
Agar engkau dapat memikirkan.
Qur’an penuh dengan keajaiban
Qur’an mukjizat yang terbesar
Qur’an cahaya yang benderang
Petunjuk selamat dunia akhirat
KERINDUAN
kurasakan, semakin jauh langkahku menuju syurga-Mu.
Inilah aku dengan dosa-dosaku
Yang semakin menggunung, semakin tak terbendung
Luka perih di hatiku
Mengingat semuanya itu
Apa dayaku tuk mendekati-Mu
Oh Tuhan, selamatkanlah aku..
Mataku terpejam, langkahku menyuram
Bila jauh darimu, bila lupa tentangmu
Sungguh aku rindu kembali kepada-Mu
Dalam damai hati dekat dengan-Mu,
Ya Allah…
Takkan terasa, duka dan lara
Bila cinta-Mu ada di hatiku
Namun semua kini terasa nyata
Ku menjauh dari-Mu,
Ku melangkah tanpa-Mu
Oh Tuhan, janganlah Engkau biarkan
Kerinduanku tuk kembali pada-Mu
Bimbinglah aku dengan cahaya-Mu
Agar hilang semua resah hidupku
SAHABATKU
Sahabatku, mari kita melangkah
Dalam terang kita kan berjalan
Kau ingatkan, kala kesalahan
Kau hiburkan, kala kesedihan
Sahabatku, kau cerahkan hatiku
Dalam suka dan dalam dukaku
Kau hilangkan, gundah di hatiku
Kau tegarkan, langkahku yang sendu
Semoga rahmat Tuhan,
Tercurahkan kepadamu teman.
Kita kan berjuang dalam kebenaran
Kita kan berjalan dalam kearifan
Terima kasih kan kuucapkan
Kepadamu sahabat seiman
Sahabat setia, sahabat yang baik
Selalu mengingatkan kepada kebenaran.
HIJRAH
Inilah hijrah kami semua
Berkarya dalam jalan agama
Berjuang setelah lama
Tak menghiraukannya.
Izinkanlah kami berkarya
Berjuang dalam jalan agama
Mengajak kita semua,
Kembali pada-Nya.
Bantulah dengan do’a
Agar kami dapat terus berjuang
Melangkah dengan benar
Mengajak pada keimanan.
INILAH AKHIR
Inilah akhir dari semua
Cerita hidup di dunia,
Terbujur kaku sepi selalu
Sadari semua tlah berlalu
Ingatkanlah aku tentang kematian
Pemutus segala kenikmatan
Saat ditimbangnya, amal ibadah
Saat dibalas semua kesalahan
Sebelum semua terjadi,
Sebelum ia menghampiri.
TASBIH ALAM
Bumi yang kita injak, langit yang kita tatap
Semuanya bertasbih pada Tuhan.
Burung-burung yang terbang, tumbuhan yang menghijau. Juga bertasbih pada Tuhan,
Semua penghuni langit, semua panghuni bumi
Selalu dalam tasbih pada Allah.
Kilat yang menyambar, angin yang bertiup kencang, menyebutkan kebesaran Tuhan
Lalu mengapa kita makhluk yang termulia
Sering melupakan-Nya ?
Mengapa kita lalai akan kebesaran-Nya
Saat semua memuja-Nya ?
Tak malukah kita pada semua,
Penghuni langit dan bumi ?
Tak sadarlah bahwa kita semua,
Sering melupakan-Nya ?
Kitalah khalifah, pewaris bumi ini
Lalu mengapa kita tak mensyukuri ?
Kitalah makhluk yang dimuliakan Allah,
Lalu mengapa kita merusaknya ?
Alam bertasbih kita takkan mengerti,
Alam bertasbih kita tak menyadari.
SEBUAH PESONA
Pesonanya membutakan hati
Membuat seolah ia segalanya
Padahal tiada ia kan dibawa
Sampai akhir masa, kita di dunia
Oh wanginya, membuat serasa
Indah dunia ini semerbak karenanya
Hanya tipu daya, bukan segalanya
Sungguh mempesona, membutakan jiwa
Itulah keindahan yang tak kekal
Akan habis hilang di telan zaman
Bukan hanya itu yang harus di pandang
Ia hanyalah sinar yang menyilaukan
Ia akan indah bila dalam iman
Semerbak wanginya dalam sinar iman
Tulus, suci ikatan nurani
Semakin indahlah dunia dibuatnya.
SESAL
Termenung aku, mengingat semua
Apa yang tlah kulakukan di belakang.
Tersesat aku di jalan yang salah
Jalan yang tak seharusnya, aku melangkah
Kutersesat tiada arah, ku bertahan
Kapankah kan berakhir ?
Tak sanggup ku menahan luka
Pedih hati, akibat semua
Yang telah kulakukan,
Yang telah aku terjang.
Aku tersadar, aku terdiam
Terhenyak aku, melihat cahaya
Yang entah mengapa sulit kugapai.
Mungkinkah semua karena prahara
Kelalaian yang telah kulakukan ?
Tak sanggup aku menahannya
Ingin lepaskan semua beban,
Hingga lapang di dalam hidupku
Hidup dalam cahaya-Mu.
SAAT MELEMAHNYA IMANKU
Kuteguhkan diriku saat melemahnya imanku
Kusandarkan diriku pada Tuhan yang ciptakan diriku
Sungguh ku tak kuasa merubah segalanya
Melemah imanku tuk terus berada di jalan-Mu
Kucoba tuk bertahan saat semuanya terasa galau
imanku takkan hilang
aku akan terus berjuang.
Sungguh ku takkan mampu membalikan hatiku
Selain atas rahmat-Mu, menguatkan imanku
Tuhanku, tetapkan langkahku
Saat imanku melemah di jalan-Mu
Tuhanku, tunjukan kebenaran
Saat semua melemahkan imanku
Aku tertipu kerlip dunia yang palsu
Jangan kau biarkan imanku menghilang.
AMPUNKANLAH
Untaian dosa yang semakin menggunung tinggi
Membuatku semakin resah, buatku semakin gelisah
Mengapa terus kuulangi semua
Padahal ku tlah terluka, padahal ku tlah menyesal
Allah ampunkanlah,
Allah maafkanlah,
Dosa-dosaku semakin menggunung tinggi,
Amalku bagai debu yang beterbangan pergi
Kemanakah letak iman di hati
Saat dosa-dosaku semakin menggunung tinggi
Allah ampunkanlah,
Allah maafkanlah,
SELEMAHNYA IMAN
Tak terkira penderitaan nya
Menghancurkan semua yang ada
Sedang aku hanya disini saja
Tiada yang kulakukan.
Terdengar terus jerit tangisnya
Menghancurkan relung sukma jiwa
Sedang tiada yang dapat kulakukan
Hanya terdiam terpaku
Tuhan inikah selemah-lemahnya iman
Hanya hati saja yang dapat merasakan
Tiada gerak yang dapat kulangkahkan
Hanya diam terpana
Bukanlah termasuk golongannya
Ketika tak perduli pada mereka
Sedang mereka saudara kita
Ingatlah derita mereka
Berawal dari sebuah link dalam persahabatan yang sudah cukup lama di jalin, yaasiin nasheed kemudian terbentuk. Dengan menggunakan format awal sebuah band, kecenderungan untuk lebih mencintai musik islami dapat lebih terakomodir.
Setelah beberapa lama kemudian format musik yaasiin pun berubah, dari format minus one sampai format akustik dilakukan demi mencari identitas idealisme musik yaasiin yang sesungguhnya. Begitu pula pertambahan anggota dilakukan untuk menambah kekuatan musik dan menjalin ukhwah yang lebih luas lagi.
Sejak awal terbentuk idealisme bermusik yaasiin memutuskan untuk membawakan lagu-lagu karya sendiri di samping membawakan lagu dari grup-grup nasyid senior. Saat ini seluruh penulisan lirik & lagu yaasiin telah selesai, dan secara bertahap kini yaasiin berusaha membawakan seluruh lagu karyanya sendiri.